Selain besaran fisika juga terdapat besaran-besaran yang bukan besaran fisika, misalnya perasaan sedih, gembira, dan lelah. Karena perasaan tidak dapat diukur dan tidak dapat dinyatakan dengan angka dan satuan, maka perasaan bukan besaran fisika.
Besaran fisika dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Adapun, besaran turunan merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran pokok. Sistem satuan besaran fisika pada prinsipnya bersifat standar atau baku, yaitu bersifat tetap, berlaku universal, dan mudah digunakan setiap saat dengan tepat. Sistem satuan standar ditetapkan pada tahun 1960 melalui pertemuan para ilmuwan di Sevres, Paris. Sistem satuan yang digunakan dalam dunia pendidikan dan pengetahuan dinamakan sistem metrik, yang dikelompokkan menjadi sistem metrik besar atau MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem internasional atau disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram Second). Besaran pokok dan besaran turunan beserta dengan satuannya dapat dilihat dalam Tabel 1.1 dan Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1.1 Besaran pokok
| BESARAN POKOK | ||
| JENIS BESARAN POKOK | SATUAN BESARAN POKOK | DIMENSI BESARAN POKOK |
| PANJANG | meter (m) | [L] |
| MASA | kilogram (Kg) | [M] |
| WAKTU | secon (s) | [T] |
| SUHU | Kelvin (K) | [q] |
| KUAT ARUS | Ampere (A) | [I] |
| JUMLAH ZAT | Mol (M) | [N] |
| INTENSITAS CAHAYA | Candela (Cd) | [J] |
Tabel 1.2 Besaran turunan
Selain tujuh besaran pokok di atas, terdapat dua besaran pokok tambahan, yaitu sudut bidang datar dengan satuan radian (rad) dan sudut ruang dengan satuan steradian (sr).
Satuan Sistem Internasional (SI) digunakan di seluruh negara dan berguna untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan perdagangan antarnegara. Kamu dapat membayangkan betapa kacaunya perdagangan apabila tidak ada satuan standar, misalnya satu kilogram dan satu meter kubik.
a. Satuan Internasional untuk Panjang
Hasil pengukuran besaran panjang biasanya dinyatakan dalam satuan meter, centimeter, milimeter, atau kilometer. Satuan besaran panjang dalam SI adalah meter. Pada mulanya satu meter ditetapkan sama dengan panjang sepersepuluh juta (1/10000000) dari jarak kutub utara ke khatulistiwa melalui Paris. Kemudian dibuatlah batang meter standar dari campuran Platina-Iridium. Satu meter didefinisikan sebagai jarak dua goresan pada batang ketika bersuhu 0ºC. Meter standar ini disimpan di International Bureau of Weights and Measure di Sevres, dekat Paris.
Batang meter standar dapat berubah dan rusak karena dipengaruhi suhu, serta menimbulkan kesulitan dalam menentukan ketelitian pengukuran. Oleh karena itu, pada tahun 1960 definisi satu meter diubah. Satu meter didefinisikan sebagai jarak 1650763,72 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom gas krypton-86 dalam ruang hampa pada suatu lucutan listrik.
Pada tahun 1983, Konferensi Internasional tentang timbangan dan ukuran memutuskan bahwa satu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang waktu 1,299792458 sekon. Penggunaan kecepatan cahaya ini, karena nilainya dianggap selalu konstan.
b. Satuan Internasional untuk Massa
Besaran massa dalam SI dinyatakan dalam satuan kilogram (kg). Pada mulanya para ahli mendefinisikan satu kilogram sebagai massa sebuah silinder yang terbuat dari bahan campuran Platina dan Iridium yang disimpan di Sevres, dekat Paris. Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, massa standar satu kilogram didefinisikan sebagai massa satu liter air murni pada suhu 4ºC.
c. Satuan Internasional untuk Waktu
Besaran waktu dinyatakan dalam satuan detik atau sekon dalam SI. Pada awalnya satuan waktu dinyatakan atas dasar waktu rotasi bumi pada porosnya, yaitu 1 hari. Satu detik didefinisikan sebagai 1: 26400 kali satu hari rata-rata. Satu hari rata-rata sama dengan 24 jam = 24 ´ 60 ´ 60 = 86400 detik. Karena satu hari matahari tidak selalu tetap dari waktu ke waktu, maka pada tahun 1956 para ahli menetapkan definisi baru. Satu detik adalah selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9192631770 kali.
2. Mengonversi Satuan Panjang, Massa, dan Waktu
Setiap besaran memiliki satuan yang sesuai. Penggunaan satuan suatu besaran harus tepat, sebab apabila tidak sesuai akan berkesan janggal bahkan lucu. Misalnya seseorang mengatakan tinggi badannya 150ºC, orang lain yang mendengar mungkin akan tersenyum karena hal itu salah. Demikian pula dengan pernyataan bahwa suhu badan orang yang sehat biasanya 36 meter, terdengar janggal.
Hasil suatu pengukuran belum tentu dinyatakan dalam satuan yang sesuai dengan keinginan kita atau yang kita perlukan. Contohnya panjang meja 1,5 m, sedangkan kita memerlukan dalam satuan cm, satuan gram dinyatakan dalam kilogram, dari satuan milisekon menjadi sekon. Untuk mengonversi atau mengubah dari suatu satuan ke satuan yang lainnya diperlukan tangga konversi.
Cara Cepat buat menghafal jenis besaran ini, sobat bisa menggunakan jembatan keledai, coba modifikasi urutan menjadi
PANJANG – MASA – KUAT ARUS – WAKTU – SUHU – INTENSITAS CAHAYA – JUMLAH ZAT
taraa.. jembatan keledainyaPAMANKU WAKTU SUBUH INGET JAMILAH
Dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu dibentuk. Kalau besaran pokok itu dimensinya merupakan dimensi pokok yang menyusun berbagai macam besaran turunan. Jadi besaran turunan itu pada dasarnya diturunkan dari besaran pokok. Contoh besaran pokok dan besaran turunan beserta dimensinya:
1. Besaran Turunan Kecepatan, kecepatan diturunkan dari jarak (panjang) dan waktu
Kecapatan = Jarak/Waktu = m/s = [L]/[T] = [L][T]-1
Kecapatan = Jarak/Waktu = m/s = [L]/[T] = [L][T]-1
2. Besaran Turunan Volume, volume hanya diturunkan dari besaran panjang
Volume = Panjang x Lebar x Tinggi = m3 = [L]3
Volume = Panjang x Lebar x Tinggi = m3 = [L]3
3. Besaran Turunan Gaya, gaya diturunkan dari masa, panjang, dan waktu
F = m.a = masa x panjang/waktu waktu = Kg. meter/sekon2 = [M] [L][T]-2
F = m.a = masa x panjang/waktu waktu = Kg. meter/sekon2 = [M] [L][T]-2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar